AC Milan tumbang 1-2 di hadapan pendukungnya di Stadio Giuseppe Meazza dalam laga penutup Serie A 2025-2026. Kekalahan ini bukan sekadar hasil pertandingan biasa—ini menandai kegagalan Rossoneri mengamankan tiket Liga Champions, sebuah pukulan berat menjelang musim depan. Cagliari, dengan performa gemilang di babak kedua, berhasil membalikkan keadaan dan meninggalkan Milan dalam situasi penuh penyesalan.
Pertandingan dimulai dengan ledakan dramatis di menit ke-2. Alexis Saelemaekers menerima umpan presisi dari Santiago Gimenez dan langsung menjebol gawang Cagliari—1-0 untuk Milan. Momentum awal ini seharusnya menggiring Rossoneri menuju kemenangan, tetapi sepak terjang Cagliari mengubah cerita sepenuhnya. Di menit ke-20, Gennaro Borrelli menyamakan kedudukan setelah menerima bola dari Yerry Mina, memanfaatkan kesalahan pertahanan Milan dengan sempurna.

Jalannya Pertandingan
Babak pertama berakhir dalam ketegangan. Meskipun Milan menguasai bola dengan penguasaan 133 persen, efektivitas tembakannya sangat minim—hanya 3 dari 16 tembakan mencapai sasaran. Cagliari, sebaliknya, lebih fokus pada transisi cepat dan peluang berlapis. Suasana tegang semakin memberat ketika Zé Pedro mendapat kartu kuning di awal permainan, memberi sinyal bahwa kedua tim bermain dengan intensitas tinggi.
Perubahan signifikan terjadi setelah istirahat. AC Milan melakukan pergantian taktis di menit ke-46, memasukkan Christian Pulisic untuk menambah daya serang, namun adjustmen ini tidak berbuah hasil maksimal. Sebaliknya, Cagliari terus menggebrak pertahanan Rossoneri. Di menit ke-56, Strahinja Pavlović menerima kartu kuning—penanda bahwa Milan semakin terdesak. Momentum berbelok drastis di menit ke-57 ketika Juan Rodríguez membobol gawang Mike Maignan tanpa bantuan assist, membuat skor berubah menjadi 1-2. Gol ini praktis mengubur harapan Milan mencuri tiga poin.
Frustrasi mulai menghiasi lapangan setelah gol ketiga itu. Di menit ke-58, Mike Maignan mendapat kartu kuning karena argumen dengan wasit—tanda makin runyamnya suasana pertandingan. Milan mencoba merespons dengan serangkaian substitusi agresif: Zachary Athekame, Niclas Füllkrug, dan Luka Modrić masuk berganti untuk mencari terobosan, namun Cagliari berhasil mempertahankan keunggulan. Rafael Leão pun dilepas di menit ke-68 dalam upaya terakhir, tetapi bola sudah terlanjur berpihak pada tamu. Cagliari mengamankan kemenangan dengan pergantian defensif cerdas dan pengelolaan permainan yang matang di fase penutupan.

Mike Maignan menjadi sorotan utama pertandingan meski Milan kalah. Kiper Italia itu meraih rating 9.7, tampil luar biasa dengan penyelamatan-penyelamatan krusial di sela ketegangan pertandingan. Gennaro Borrelli, pencetak gol Cagliari, mencatatkan rating 8.3 dengan performa all-around yang impresif—4 tembakan tepat sasaran dalam 74 menit bermain. Saelemaekers, pembuka gol Milan, mendapat rating 7.9, menunjukkan kontribusi berarti meski akhirnya tertutup oleh kegagalan kolektif Rossoneri.
Kekalahan ini mengakhiri babak penuh harapan AC Milan. Seperti dilaporkan Detik Sport dan Kompas.com, Rossoneri gagal menembus empat besar dan tersingkir dari kompetisi Liga Champions musim depan. Hasil ini juga memberi jalan bagi Como 1907 dan AS Roma meraih tiket Eropa yang lebih menguntungkan. Untuk Milan, musim 2025-2026 berakhir dengan rasa getir—sebuah pengingat bahwa dominasi di lapangan belum tentu menghasilkan tiga poin, dan setiap detail di menit-menit kritis berperan dalam menentukan nasib sebuah juara besar.