AS Roma mengalahkan Lazio dengan skor 2-0 dalam laga Derby della Capitale yang diwarnai insiden kartu merah di pekan ke-37 Serie A. Gianluca Mancini menjadi bintang pertandingan dengan mencetak kedua gol Giallorossi, menembus gawang tamu pada menit ke-40 dan ke-66 di Stadio Olimpico, Roma, Minggu (17/5/2026). Kemenangan ini membawa Roma kembali merebut posisi empat klasemen sementara, mengamankan peluang besar untuk bermain di Liga Champions musim depan.
Babak pertama dimulai dengan intensitas tinggi dari kedua belah pihak. Roma langsung menciptakan tekanan sejak menit-menit awal, didukung penguasaan bola yang dominan mencapai 81 persen. Pada menit ke-21, wasit memberikan kartu kuning kepada Kenneth Taylor dari Lazio setelah melakukan pelanggaran. Suasana menjadi lebih tegang di menit ke-42 ketika dua pemain terlibat dalam adu argumen keras: Mario Hermoso dari Roma dan Matteo Cancellieri dari Lazio sama-sama mendapat kartu kuning. Sebelum insiden tersebut, pada menit ke-40, Mancini membobol pertahanan Lazio setelah menerima umpan dari Niccolò Pisilli. Gol pembuka ini memberikan keunggulan 1-0 kepada tuan rumah menjelang istirahat.

Babak kedua membawa perubahan dramatis. Roma terus mempertahankan dominasi dan memperbesar keunggulan. Pada menit ke-46, Stephan El Shaarawy masuk menggantikan Devyne Rensch untuk menambah daya serang. Lazio mencoba membalas dengan melakukan dua pergantian pemain di menit ke-62, memasukkan Fisayo Dele-Bashiru dan Daniel Maldini, namun upaya tersebut tidak mampu menghentikan permainan Roma. Di menit ke-66, Mancini kembali mencetak gol setelah menerima umpan dari Paulo Dybala, membuat skor menjadi 2-0. Saat itu, laga masih memiliki peluang untuk dimainkan, namun momentum Lazio sudah sepenuhnya hilang.
Babak akhir pertandingan diwarnai insiden serius yang mengubah jalannya laga. Pada menit ke-70, terjadi ledakan kekerasan di lapangan. Wesley dari Roma menerima kartu merah karena melakukan pelanggaran dengan kekerasan, diikuti Nicolò Rovella dari Lazio yang juga diusir dengan kartu merah atas alasan kekerasan. Dua pemain keluar lapangan membuat pertandingan menjadi 10 lawan 10 pemain. Lazio melakukan pergantian berikutnya dengan memasukkan Gustav Isaksen di menit ke-71, namun ketertinggalan dua gol membuat comeback semakin mustahil. Roma melakukan penggantian defensif untuk mengamankan kemenangan, memasukkan Matías Soulé dan Jan Ziolkowski di menit ke-83, serta Artem Dovbyk di menit ke-88.
Gianluca Mancini menjadi pemain terbaik pertandingan dengan rating 9.3 setelah menjebol gawang Lazio sebanyak dua kali dari total dua tembakan yang tepat sasaran. Paulo Dybala juga berkontribusi penting dengan memberikan assist untuk gol kedua Mancini serta menciptakan ancaman di lini depan Roma. Di sisi Lazio, Toma Bašić berusaha bertahan dengan rating 7.3 meskipun timnya tidak mampu mengimbangi permainan lawan sepanjang pertandingan.

Kemenangan dalam Derby della Capitale ini memiliki implikasi besar untuk klasemen Liga Italia. Menurut Bola.kompas.com, AS Roma kembali masuk ke zona Liga Champions dengan peluang besar mengamankan tiket European football untuk musim 2026/2027. Sebaliknya, Lazio tertinggal dalam persaingan dan peluannya untuk meraih Liga Champions menjadi semakin kecil. Dengan satu pertandingan tersisa, Roma harus fokus pada laga pekan depan guna memastikan posisi mereka di empat besar. Seperti dikabarkan Jawapos, kapten Roma Bryan Cristante merasa bangga dengan strategi yang diterapkan pelatih dalam laga ini dan yakin timnya pantas untuk bermain di Liga Champions musim depan.