Atletico Madrid meraih kemenangan tipis 1-0 atas Girona pada pekan ke-37 LaLiga di Stadion Riyadh Air Metropolitano, Senin (17 Mei 2026). Gol kilat dari Ademola Lookman di menit ke-21, hasil umpan presisi Antoine Griezmann, cukup untuk mengamankan tiga poin berharga bagi Los Colchoneros dalam pertandingan yang penuh ketegangan.

Laga ini membawa nilai emosional tersendiri bagi Atletico, terutama dengan kehadiran Griezmann yang memainkan pertandingan kandang terakhirnya di Metropolitano sebelum perjalanan kariernya memasuki babak baru. Striker Prancis itu bergerak di belakang Lookman, menjalankan peranan orchestrator di lini tengah dengan kontrol bola yang elegan, hingga akhirnya menghasilkan assist untuk penyerang Nigeria tersebut.

Foto: goal.com
Foto: goal.com

Jalannya pertandingan dimulai dengan Girona langsung menciptakan tekanan ke pertahanan tuan rumah. Tim tamu, yang berjuang menghindari degradasi setelah posisi mereka turun ke zona 18 besar, menampilkan intensitas tinggi dan berusaha menekan permainan di depan. Namun, Atletico berhasil memanfaatkan ketidakstabilan pertahanan Girona. Pada menit ke-21, Griezmann melihat ruang di sisi kanan dan mengirimkan umpan rendah yang sempurna. Lookman berlari memasuki area penalti tanpa hambatan dan menyelesaikan dengan sentuhan kelas—bola meluncur ke pojok gawang Joan García, mengubah skor menjadi 1-0 untuk Los Colchoneros.

Pasca-gol, Atletico berusaha menambah keunggulan namun Girona terus memberikan perlawanan. Pada menit ke-23, Robin Le Normand menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran taktis, menunjukkan pertahanan tuan rumah harus bermain dengan disiplin ketat. Hingga turun minum, Girona menciptakan beberapa peluang sayap melalui Ounahi, pemain muda yang tampil sebagai gelandang penyerang tangguh sepanjang pertandingan, namun Jan Oblak di gawang Atletico selalu siaga.

Babak kedua menjadi panggung pertarungan taktis yang intens. Atletico membuat serangkaian perubahan untuk menjaga stabilitas—Thiago Almada masuk menggantikan Simeone di menit ke-46, diikuti pergantian-pergantian lain untuk mengatur ritme permainan. Girona, di sisi lain, mengirimkan Bryan Gil dan Axel Witsel pada menit ke-56 untuk menambah daya serang. Meski demikian, pertahanan Los Colchoneros tetap kokoh. Oblak tampil sebagai garda terdepan yang dominan, mencatatkan rating tertinggi 8.9 dengan serangkaian penyelamatan kritis di menit ke-9, 29, 33, 57, dan 70 yang mencegah Girona dari gol penyamaan.

Foto: www.espn.com
Foto: www.espn.com

Statistik menunjukkan Girona sebenarnya menghasilkan 22 tembakan—dua lebih banyak dari 16 milik Atletico—dan penguasaan bola 52 persen. Namun, clinical finishing dari tuan rumah dan penampilan gemilang Oblak membuat perbedaan besar. Tim tamu tertinggal dalam akurasi, hanya 10 dari 22 tembakan mengenai target gawang, sementara Atletico lebih efisien dengan 4 dari 16 tembakan tepat sasaran. Azzedine Ounahi dari Girona pun layak disebut sebagai pemain terang tamu, dengan rating 7.9 meski usahanya tidak menghasilkan gol.

Kemenangan ini memastikan Atletico tetap berada di zona kompetisi, sementara Girona kini terpuruk di peringkat ke-18 dengan ancaman degradasi semakin dekat seiring berakhirnya musim reguler. Menurut laporan dari Goal dan Bola.net, Diego Simeone menegaskan komitmennya untuk membangun tim lebih kompetitif musim depan, sementara di pihak Girona, perjuangan untuk selamat dari turun kelas masuk ke pertandingan-pertandingan final yang sangat krusial. Griezmann, dalam momen perpisahan emosional, telah meninggalkan jejak emas di markas Metropolitano selama bertahun-tahun membela warna merah-putih.