Alkmaar — Pertandingan sengit tersaji di AFAS Stadion saat AZ Alkmaar menjamu NAC Breda dalam laga penutup musim regular Eredivisie 2025-26. Meski AZ unggul lebih dulu dan menguasai bola hingga 92 persen penguasaan, tuan rumah harus puas dengan hasil imbang 3-3 setelah comeback spektakuler tamu dengan dominasi Moussa Soumano yang mencetak dua gol.
Pertandingan ini menjadi ajang perpisahan emosional bagi NAC Breda, tim yang telah dipastikan terdegradasi dari kasta tertinggi. Meski demikian, skuad tamu menunjukkan karakter kuat dan tidak menyerah, bahkan berhasil membalikkan defisit menjadi unggul menjelang penutup laga sebelum akhirnya AZ merebut hasil sama kuat.

Jalannya Pertandingan
Babak pertama didominasi oleh AZ yang memainkan kombinasi cepat dan teratur. Tuan rumah menciptakan peluang-peluang yang berbahaya namun gagal mengkonversi. Penguasaan bola AZ yang mencapai 92 persen tidak cukup untuk membedakan kedudukan di babak pembuka. Sebaliknya, NAC Breda yang berpostur bertahan punya kesempatan untuk menggangu irama AZ, meski momentum lebih dinikmati oleh tuan rumah sepanjang 45 menit pertama.
Babak kedua menjadi titik balik laga. Pada menit 61, Moussa Soumano yang baru dimasukkan dalam substitusi berhasil menjebol gawang AZ setelah menerima umpan dari Cherrion Valerius, mengubah skor menjadi 2-1 untuk NAC Breda. Gol tersebut memicu perubahan momentum yang signifikan. Tim tamu mulai menunjukkan kepercayaan diri lebih tinggi dengan beberapa substitusi kunci yang dilakukan di sekitar menit 54-55, termasuk masuknya Jayden Candelaria, Juho Talvitie, dan Charles-Andreas Brym.
NAC terus menggebrak. Pada menit 71, Soumano kembali memborong gol setelah menerima umpan dari Fredrik Oldrup Jensen, menyamakan kedudukan 2-2. Meski AZ masih menguasai bola dengan penguasaan mencapai 86 persen di sisi tuan rumah, pergeseran taktis dan energi NAC menjadi ancaman nyata. Pertandingan bergejolak dengan cek medis dari kedua belah pihak, namun tak ada pemain yang harus keluar lapangan.

Melangkah ke fase akhir pertandingan, NAC yang sudah terdegradasi terus memberikan perlawanan keras. Pada menit 89, saat pertandingan sudah memasuki injury time, Juho Talvitie berhasil mencetak gol keempat untuk tamu, menerima umpan dari Cherrion Valerius untuk unggul 3-2. Namun dinamika berubah cepat—AZ berhasil mencetak gol penyamaan melalui Sven Mijnans, mengakhiri laga dengan skor 3-3 yang dramatis.
Kartu kuning hanya diberikan kepada Rio Hillen dari NAC Breda di menit 59. Intensitas emosional tinggi sepanjang laga, terutama mengingat konteks degradasi tim tamu, namun wasit berhasil mengelola permainan dengan baik tanpa perlu kartu merah. AZ mencatat 16 tendangan total dengan 10 mengenai sasaran, sementara NAC menghasilkan 17 tendangan dan 11 on target—statistik yang menunjukkan pertandingan yang sangat terbuka.
R. Owusu-Oduro dari AZ mencuri perhatian sebagai pemain terbaik dengan rating 9.2, menampilkan pertahanan kokoh dan positioning yang sempurna sepanjang 91 menit bermain. Di sisi NAC, Moussa Soumano dengan dua gol menjadi peserta dramatis dengan rating 8.3, memanfaatkan setiap peluang yang diberikan dalam 91 menit. Sven Mijnans dari AZ juga tampil konsisten dengan satu gol dan satu umpan plus rating 8.7.
Hasil imbang ini menutup musim reguler dengan cara yang tidak terduga, terutama mengingat dominasi total AZ. Meski penguasaan bola superior, tim tuan rumah gagal mengkontrol permainan saat tekanan meninggi di babak kedua. Sebaliknya, NAC Breda, meski sudah terdegradasi, meninggalkan kesan berharga dengan comeback yang sangat matang dan terorganisir, menunjukkan karakter fighting spirit yang layak diapresiasi di penghujung musim mereka di Eredivisie.