Cagliari berhasil mengalahkan Torino dengan skor 2-1 di Unipol Domus, Minggu (17/5/2026) dalam lanjutan Serie A. Pertandingan sengit ini menjadi penyelamat bagi skuad anak asuh Fabio Pisacane yang masih berjuang menghindari jatuh ke liga bawah. Dua gol dari Sebastiano Esposito dan Yerry Mina memberikan tuan rumah keunggulan akhir, menyusul gol pembuka Rafa Obrador untuk tamu di babak pertama.

Pertandingan dimulai dengan Torino mengejutkan publik Cagliari. Di menit ke-37, bola berhasil diterobos Rafa Obrador yang menyambut umpan matang dari Matteo Prati dari sayap kanan. Pukulan mantap Obrador langsung membuat Torino tertawa duluan dengan unggul 1-0. Namun kegembiraan tamu tidak berlangsung lama. Hanya dua menit kemudian, di menit ke-39, Sebastiano Esposito menyamakan kedudukan dengan kepala yang menggila setelah menerima umpan sempurna dari Gianluca Gaetano. Laga berubah meruak dengan momentum kembali ke tangan Cagliari.

Serie A: Cagliari vs Torino
Serie A: Cagliari vs Torino

Ketegangan terus bergejolak hingga detik-detik terakhir babak pertama. Di menit ke-45+2, ketika wasit hampir meniup peluit untuk istirahat, Yerry Mina menonjol di antara kerumunan pemain dan mengayunkan kepala keras yang tidak bisa dijangkau penjaga gawang Torino. Gol sunyi itu mendatangkan ledakan kegembiraan di bangku penonton Cagliari. Rossoblu berhasil membalik permainan menjadi 2-1, meninggalkan Torino dalam posisi tertinggal menjelang istirahat.

Babak kedua menjadi ajang pertahanan intensif bagi Cagliari. Torino memang mencoba menekan keras, melakukan substitusi ganda di menit ke-59 dengan memasukkan Cesare Casadei dan Ché Adams menggantikan pemain-pemain sebelumnya. Perubahan ini ditujukan untuk meningkatkan serangan, namun Cagliari tetap solid di belakang dengan Mina yang telah membuktikan dominasinya di udara. Pertandingan menjadi lebih kasar dengan beberapa insiden perkelahian kecil. Di menit ke-82, tegang meledak ketika Guillermo Maripán dan Paul Mendy saling berseberangan, dengan kedua pemain akhirnya mendapat kartu kuning. Suasana penuh tegang menandai fase akhir pertandingan, namun Cagliari berhasil mempertahankan keunggulan hingga wasit meniup peluit akhir.

Dari statistik permainan, penguasaan bola relatif seimbang antara kedua tim di angka 101 persen untuk masing-masing. Cagliari menciptakan 13 tembakan dengan 4 di antaranya tepat sasaran, sementara Torino merilis 10 tembakan dengan 3 yang akurat. Korner juga menunjukkan perbedaan signifikan—Cagliari mendapat 5 kesempatan dari sudut lapangan, sedangkan Torino hanya 1. Data ini mengindikasikan dominasi tuan rumah, meski skor akhir 2-1 membuktikan pertandingan tetap kompetitif dan penuh ketegangan.

Foto: goal.com
Foto: goal.com

Sebastiano Esposito menjadi pemain terbaik laga ini dengan rating 8.3. Striker Cagliari itu menciptakan dampak nyata tidak hanya dari gol melainkan pergerakan ofensif yang terus mengganggu pertahanan Torino. Rafael Obrador dari Torino juga tampil impresif dengan rating 7.9 dan satu gol, menunjukkan ancaman konsisten dari lini depan tamu. Sementara itu, Yerry Mina dengan rating 7.5 membuktikan nilai defensifnya melampaui sekadar gol penutup—pertahanan udara dan pembacaan permainan menjadi kunci ketahanan Cagliari di babak kedua.

Kemenangan ini membawa dampak besar bagi posisi Cagliari dalam perebutan tiket bertahan. Seperti dilaporkan oleh media lokal, Rossoblu terus berjuang menghindari degradasi dan hasil ini menjadi momentum penting menjelang laga terakhir musim ini. Sementara itu, Torino yang mencari finis di 10 besar akhirnya tertinggal dan harus menelan kekecewaan, meski performa mereka tetap solid dan layak diapresiasi. Laga pekan ke-37 ini membuktikan bahwa di Serie A, setiap pertandingan penuh dramatis dengan karakter penuh kejutan di tiap menit.