Como 1907 resmi mencetak sejarah terbesar klub di Serie A 2025/2026 setelah menang telak 4-1 atas Cremonese di Stadio Giovanni Zini, Minggu 24 Mei 2026 malam. Kemenangan ini mengantarkan pasukan Cesc Fabregas meraih tiket Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Sementara itu, Cremonese dan Emil Audero harus menerima nasib pahit terdegradasi ke Serie B setelah musim yang penuh perjuangan.
Pertandingan di markas Cremonese dimulai dengan tekanan dari tuan rumah yang mencoba menyelamatkan diri dari degradasi. Namun, Como justru memecah kebuntuan di menit ke-36 lewat gol Jesús Rodríguez yang tenang menyelesaikan peluang sempurna. Posisi 0-1 ini memberikan Como keunggulan psikologis yang signifikan menjelang babak kedua, sementara Cremonese terus berjuang menyamakan kedudukan meski kesempatan terbatas.

Ledakan Gol dan Drama Kartu Merah
Babak kedua menjadi panggung kemenangan Como yang spektakuler. Hanya 5 menit setelah pergantian, Anastasios Douvikas menambah keunggulan menjadi 0-2 di menit 51 dengan sentuhan apik setelah menerima umpan dari Rodríguez. Cremonese kemudian memberikan harapan tipis dengan gol penalti Federico Bonazzoli di menit 55, mengubah skor menjadi 1-2 dan menghidupkan semangat para pemain berjambu merah.
Namun, drama sejati terjadi di menit 71 ketika situasi di lapangan meledak. Referee mengeluarkan kartu merah kepada Milan Djuric, Alberto Grassi, dan David Okereke untuk Cremonese dalam insiden yang sama, meninggalkan tuan rumah hanya dengan 8 pemain. Ini adalah momen yang mengubah total arah pertandingan. Como memanfaatkan keuntungan numerik dengan luar biasa.
Lucas Da Cunha, yang menjadi pemain terbaik malam itu dengan rating 8.2, mengeksekusi penalti kedua Como dengan tenang di menit 74, memperlebar selisih menjadi 1-3. Striker Como ini kemudian menambah gol keempatnya secara pribadi di menit 81 dengan dibantu Maxence Caqueret, menyelesaikan pesta gol dengan skor akhir 1-4 yang telak.

Dengan 42% penguasaan bola dan hanya 6 tembakan, Cremonese terbukti tidak mampu memanfaatkan momen mereka di kandang sendiri. Sebaliknya, Como dengan penguasaan bola lebih tinggi berhasil mengkonversi peluang menjadi gol dengan efisien. Jesús Rodríguez juga tampil cemerlang dengan rating 7.9, menyumbang 1 gol dan 1 assist dalam performa dominannya. Federico Bonazzoli menjadi satu-satunya pemain Cremonese yang bersinar dengan rating 7.5 dan satu gol penalti, namun itu tidaklah cukup untuk menyelamatkan timnya dari degradasi.
Menurut Bola.net dan Goal.com, pencapaian Como memasuki Liga Champions musim depan adalah transformasi luar biasa di bawah arahan Cesc Fabregas, mantan bintang Arsenal dan Chelsea. Sementara itu, seperti dilaporkan Detik Sport, Emil Audero dan kawan-kawan harus meninggalkan Serie A dan bergabung dengan daftar panjang tim yang terdegradasi musim ini. Nasib berkebalikan antara Como yang membuat sejarah dan Cremonese yang harus menerima kenyataan pahit menjadi penutup dramatis musim 2025/2026.