Sunderland berhasil mewujudkan comeback dramatis yang mengubah semua perhitungan musim ini. Di kandang Everton, Hill Dickinson Stadium, The Black Cats tumbang dengan skor 1-3 dalam laga penutup musim reguler Premier League, Minggu sore (17/5/2026). Hasil mengejutkan ini membawa Sunderland kembali ke dalam kontes kompetisi Eropa setelah sempat tertinggal jauh di babak pertama.
Everton membuka pertandingan dengan penuh percaya diri. Menit ke-43, Merlin Röhl membobol gawang Sunderland setelah menerima umpan sempurna dari Michael Keane. Gol itu memberi tuan rumah keunggulan 1-0 di tengah penguasaan bola 49 persen dan menciptakan suasana optimis menjelang istirahat. Namun, segalanya berubah setelah greenjackets keluar dari ruang ganti.

Brian Brobbey menjadi juru kunci balik Sunderland pada menit ke-59. Striker yang dipanggil Enzo Le Fée menerima umpan dari gelandang Prancis itu dan menjebol jala pertahanan Everton. Momentum berpindah ke tangan tamu, dan kontrol permainan mulai berganti arah. Penguasaan bola Sunderland naik menjadi 51 persen, sementara Everton terlihat kehilangan ritme yang mereka bangun di babak pertama.
Perubahan taktis Everton di menit ke-73 tidak cukup membalikkan keadaan. Tim pelatih mengeluarkan Tim Iroegbunam dan Beto, memasukkan Tyrique George dan Thierno Barry dalam upaya menciptakan terobosan baru. Namun, Sunderland telah menemukan formula yang tepat dan terus menggebrak. Menit ke-81, Enzo Le Fée memperkuat keunggulan Sunderland dengan gol kedua mereka setelah memanfaatkan umpan Chris Rigg dari sayap. Pada saat itu, Everton sudah dalam posisi yang sangat sulit.
Drama terakhir terjadi pada injury time. Wilson Isidor, yang telah menggantikan posisi Brobbey sejak menit ke-77, mengakhiri pertandingan dengan gol ketiga Sunderland pada menit 90+1 setelah menerima umpan dari Habib Diarra. Gol itu menutup pertandingan dengan skor 3-1 yang tidak terbantahkan. Everton sempat memiliki 10 kali percobaan tembakanke gawang, tapi hanya 4 yang tepat sasaran, sementara Sunderland lebih efisien dengan 7 tembakanke arah gawang dari 3 yang presisi.

Enzo Le Fée mencuri sorotan sebagai pemain terbaik pertandingan dengan rating 8.2. Gelandang Sunderland itu mencetak satu gol dan memberikan satu assist dalam 90 menit bermain, membuktikan kontribusi dua arah yang sangat signifikan dalam comeback spektakuler timnya. Penampilan Le Fée mencerminkan kontrol midfield Sunderland yang mengalahkan struktur pertahanan Everton di fase akhir pertandingan.
Dari sisi Everton, Kiernan Dewsbury-Hall berhasil mempertahankan rating 7.7 meskipun timnya kalah, menjadi pemain terbaik The Toffees bersama James Garner yang berrating 7.3. Namun, individual performance mereka tidak cukup untuk mengatasi dominasi midfield Sunderland yang memukul dengan cepat dan langsung setelah istirahat. Tim Iroegbunam, yang terkena kartu kuning di menit ke-25 karena pelanggaran tripping, juga harus turun lapangan lebih awal sebagai bagian dari usaha perubahan formasi Everton.
Kemenangan ini membawa Sunderland lebih dekat ke mimpi bermain di kompetisi Eropa musim depan. Comeback dramatis yang diwujudkan The Black Cats di kandang rival langsung menunjukkan mental juang dan ketangguhan skuad mereka di bawah tekanan. Sementara itu, kekalahan Everton menutup musim reguler dengan catatan pahit, mengingat tuan rumah tidak mampu mengamankan tiga poin yang sangat diperlukan dalam kontestasi papan atas. Perjalanan musim Premier League 2025-26 berakhir dengan hasil yang akan lama diingat kedua belah pihak, terutama bagi Sunderland yang berhasil merengkuh peluang emas untuk kembali bersaing di level internasional.