Houston — Jerman menutup babak pembukaan Grup E Piala Dunia 2026 dengan tampilan yang menakjubkan, menghajar Curaçao 7-1 di NRG Stadium pada Minggu malam. Kemenangan telak ini membuktikan kualitas Der Panzer dalam turnamen empat tahunan, sekaligus memberikan lesatan keras kepada debutant Karibia tersebut sejak menit-menit awal pertandingan.
Dominasi Jerman terasa sejak bunyi peluit pembukaan. Hanya butuh enam menit, Felix Nmecha sudah mengoyak jala Curaçao setelah menerima umpan Florian Wirtz. Meski Livano Comenencia sempat menyamakan kedudukan di menit ke-21 dan memberikan harapan kecil kepada tamu, Der Panzer segera menutup babak pertama dengan supremasi total. Nico Schlotterbeck menambah keunggulan di menit 38, dilanjutkan Kai Havertz yang mengeksekusi penalti tepat sebelum istirahat (45+5).

Pemborosan Energi di Babak Kedua
Setelah istirahat, Jerman justru tampil lebih menyerang lagi. Jamal Musiala menambah keunggulan menjadi 4-1 di menit 47, diikuti Nathaniel Brown dan D. Undav yang memperdalam celaka Curaçao. Pada menit ke-88, Havertz menyelesaikan pesta gol dengan menambah gol keenam, sebelum Undav menutup pertandingan dengan gol ketujuh—statistik yang terasa mengingatkan kemenangan 7-1 Jerman atas Brasil di semifinal Piala Dunia 2014.
Performa spektakuler Der Panzer didukung penuh oleh kontrol permainan yang mengesankan. Dengan penguasaan bola 65 persen dan 26 percobaan serang, Jerman menciptakan peluang tanpa henti. D. Undav menjadi tulang punggung serangan dengan rating 8.9—dia tidak hanya mencetak satu gol, tetapi juga memberikan dua assist krusial, membuktikan dirinya sebagai missing piece yang tepat di lini depan. Felix Nmecha (8.6) dan Joshua Kimmich (8.2) turut memberikan kontribusi signifikan dalam orkestrasi serangan Der Panzer.
Sementara itu, Curaçao hanya mampu menghasilkan delapan percobaan serang dengan dua yang tepat sasaran, mencerminkan kesulitan besar mereka dalam menghadapi tekanan terus-menerus. Meskipun Livano Comenencia berhasil menembus jala Jerman, upaya itu hanya sekadar dekorasi bagi statistik pertandingan yang sangat berat sebelah. Debut di ajang bergengsi ini akan menjadi pembelajaran keras bagi tim yang dipimpin Dick Advocaat.

Taktik Jerman yang disesuaikan dengan kualitas inferior lawan berfungsi dengan sempurna. Nagelsmann tidak perlu mengambil risiko besar; cukup dengan menerapkan pressing tinggi dan transisi cepat, Der Panzer berhasil membuka pertahanan Curaçao berkali-kali. Substitusi masif pada menit 73 menunjukkan confidence pelatih untuk mengistirahatkan pemain-pemain kunci tanpa mengurangi momentum serangan.
Kemenangan ini menempatkan Jerman sebagai lider sementara Grup E dengan tiga poin penuh dan selisih gol +6. Nagelsmann sudah menyampaikan kepuasan terhadap performa timnya, dan inklinasi untuk mempertahankan susunan pemain yang sama untuk pertandingan melawan Pantai Gading menunjukkan kepercayaan diri tinggi. Adapun Curaçao, mereka harus bangkit cepat dan mencari poin di sisa pertandingan grup jika ingin mengejar mimpi berlanjut di turnamen ini.
- Felix Nmecha (Jerman) — 1 gol
- Nico Schlotterbeck (Jerman) — 1 gol
- Kai Havertz (Jerman) — 2 gol
- Jamal Musiala (Jerman) — 1 gol
- Nathaniel Brown (Jerman) — 1 gol
- D. Undav (Jerman) — 1 gol, 2 assist
- Livano Comenencia (Curaçao) — 1 gol