Groningen berhasil mengamankan tiga poin berharga dengan kemenangan 2-1 atas Heracles di Asito Stadium, Minggu 17 Mei 2026. Dalam laga yang berlangsung sengit, tamu mencuri kemenangan setelah tertinggal duluan di babak pertama, menunjukkan performa mental yang tangguh di babak kedua untuk balik unggul.

Pertandingan dimulai dengan kejutan saat Groningen langsung membuka skor melalui David van der Werff pada menit ketiga. Gol cepat itu ternyata menjadi pukulan nyata bagi Heracles, yang sempat kehilangan ritme permainan di fase awal. Namun, respons cepat dari tuan rumah datang saat menit 17 ketika Tristan van Gilst menyamakan kedudukan setelah menerima umpan presisi dari Mimeirhel Benita. Gol penyeimbang itu membawa momentum bagi Heracles menjelang akhir babak pertama.

Foto: www.flashscore.com
Foto: www.flashscore.com

Babak pertama ditutup dengan skor 1-1, meski Heracles sempat mendapat review VAR di menit 34 yang tidak menghasilkan perubahan skor. Dengan penguasaan bola mencapai 95 persen, tuan rumah terlihat dominan secara teknis namun kurang efektif dalam finishing.

Babak kedua menjadi titik balik pertandingan. Groningen kembali menggebrak pertahanan Heracles dan berhasil mencuri gol di menit 56 melalui Tygo Land, yang memanfaatkan umpan dari Marco Rente untuk menjebol gawang tuan rumah. Gol kedua itu membawa Groningen unggul 2-1 dan semakin menutup peluang balik dari Heracles.

Heracles melakukan sejumlah perubahan substitusi mulai menit 75, mengeluarkan Erik Ahlstrand, Rhys Bozinovski, dan Tarik Hamamioglu untuk mencari momentum penyerangan. Upaya itu terus dilanjutkan dengan penggantian tambahan di menit 85 dan 88. Namun, pertahanan Groningen berhasil bertahan dengan solid, meski harus menerima kartu kuning pada menit 90 untuk Travis Hernes terkait aksi pemborosan waktu.

Foto: www.youtube.com
Foto: www.youtube.com

Walid Ould-Chikh menjadi pemain terbaik Heracles dengan rating 8.5, bermain penuh selama 76 menit dan memberikan kontribusi defensif yang solid. Di sisi Groningen, Tygo Land mencuri perhatian dengan rating 7.9 setelah mencetak gol penting yang mengubah jalannya pertandingan. Thomas Bruns (7.3) juga memberikan performa layak untuk Heracles di tengah tekanan pertandingan.

Meskipun statistik berbicara sebaliknya—dengan 16 tembakan total dan 5 on-target untuk Heracles versus 11 tembakan dan 2 on-target Groningen—efisiensi menjadi kunci kemenangan tamu. Seperti diartikelkan OneFootball, kecerdasan taktis Groningen dalam transisi dan penggabungan bermain di lini tengah memungkinkan mereka menembus pertahanan Heracles yang terdesak. Hasil ini menjadi beban berat bagi Heracles dalam perebutan posisi klasemen, sementara Groningen mendapat momentum positif jelang ajang reguler season berikutnya.