Napoli berhasil menutup musim Serie A 2025-26 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Udinese di Stadio Diego Armando Maradona, Minggu (24/5/2026). Gol tunggal Rasmus Hojlund yang tercipta dari umpan Kevin De Bruyne pada menit 24 menjadi penentu hasil akhir laga ini. Kemenangan itu cukup untuk memastikan posisi runner-up Napoli di klasemen akhir, mengakhiri perjalanan musim di bawah arahan Antonio Conte dengan nada positif.
Napoli menampilkan dominasi penuh sejak awal pertandingan, mencuri pemain kunci dari Manchester City untuk memperkuat garis tengah. Melalui penguasaan bola hingga 100 persen, anak asuh Conte menciptakan tekanan konstan terhadap pertahanan tamu. Pelatih taktik asal Italia itu melakukan rotasi dini dengan memasukkan De Bruyne di menit 10, strategi yang terbukti ampuh untuk membuka pertahanan Udinese yang terseok-seok.

Jalannya Pertandingan
Pertandingan dimulai dengan Napoli langsung mengambil inisiatif menguasai permainan. Dari menit-menit awal, tuan rumah menciptakan tekanan bertubi-tubi tanpa memberi ruang gerak kepada Udinese. Pada menit 10, Conte memutuskan untuk melakukan substitusi pertama dengan memasukkan De Bruyne menggantikan pemain lain, sebuah keputusan yang tidak lama kemudian membuahkan hasil. Hanya 14 menit kemudian, presisi midfieldernya terlihat jelas ketika umpan matangnya di sayap menemukan Rasmus Hojlund yang bergerak cepat di kawasan penalti. Penyerang muda itu tidak berpikang panjang, langsung mengeksekusi tembakan keras ke gawang yang berhasil menembus pertahanan Udinese dan menjadi 1-0 untuk Napoli.
Setelah gol itu, dominasi Napoli semakin nyata. Dengan 14 percobaan menembak sepanjang pertandingan, hanya 6 di antaranya mengarah ke sasaran, mencerminkan ketidakprecisisan finishing meski kontrol bola sempurna. Udinese, sementara itu, masih berusaha mencari ruang namun gerakannya terputus oleh intensitas permainan Napoli. Di menit 37, Conte melakukan perubahan taktik lagi dengan memasukkan Billy Gilmour menggantikan Lobotka, upaya untuk mempertahankan keunggulan sekaligus memberikan kesegaran fisik menjelang istirahat.
Babak kedua dimulai dengan Napoli terus mendominasi. Pada menit 46, Juan Jesus masuk untuk memperkuat lini belakang menggantikan Mathías Olivera, memastikan stabilitas defensif di saat kritis. Udinese mulai menunjukkan respons yang lebih agresif, namun pada menit 51, Jesper Karlström terkena kartu kuning atas pelanggaran taktisnya. Momentum terus bergejolak ketika pada menit 54 Udinese melakukan rotasi dengan memasukkan Idrissa Gueye, namun perubahan itu terasa terlambat. Drama sesungguhnya terjadi di menit 64 ketika Christian Kabasele, pemain bertahan Udinese, ditampilkan kartu merah langsung setelah awalnya mendapat kartu kuning di menit 62. Insiden itu membuat Udinese bermain dengan 10 pemain dan semakin mempersulit upaya mereka mencari penyamaan.

Dengan keunggulan jumlah pemain, Napoli mengelola permainan dengan cukup apik meski tidak lagi menciptakan peluang-peluang besar. Substitusi masif dilakukan kedua belah pihak di menit 80 untuk memberikan istirahat dan menjaga kondisi fisik menjelang musim depan. Adam Buksa dari Udinese masih sempat mendapat kartu kuning di menit 81, sementara Lennon Miller pun terkena kartu kuning di menit 90 dalam upaya terakhir untuk menggerakkan permainan. Hingga peluit akhir, skor tetap 1-0 untuk keuntungan Napoli.
Rasmus Hojlund keluar sebagai pemain terbaik dengan rating 8.5, membuktikan produktivitasnya dalam satu-satunya kesempatan yang ia manfaatkan. Juan Jesus juga mencuri perhatian dengan penilaian 7.7 melalui pertahanan kokohnya dalam 44 menit bermain, sedangkan kapten Giovanni Di Lorenzo konsisten dengan rating 7.3 setelah menjalani 89 menit penuh.
Menurut Bola.net, kemenangan ini mengukuhkan posisi Napoli sebagai runner-up Serie A musim 2025-26. Lebih signifikan lagi, laga ini merupakan yang terakhir bagi Antonio Conte dengan Napoli. Seperti dilaporkan Goal, Conte telah mengumumkan kepergiannya dari klub setelah dua musim memimpin, membuka jalan bagi spekulasi bahwa Massimiliano Allegri akan menggantikannya musim depan setelah AC Milan memberhentikannya akibat kegagalan lolos Liga Champions. Suasana sentimental melingkupi Stadio Diego Armando Maradona, dengan fans Napoli memberikan standing ovation kepada pelatih yang berhasil membawa konsistensi dan stabilitas ke klub.
Udinese, meskipun kalah, tetap dengan perceraian yang dihormati karena pertahanan mereka pada babak pertama cukup tertib sebelum akhirnya kolaps akibat kartu merah. Dengan 9 percobaan menembak namun hanya 3 mengarah sasaran, tim tamu kesulitan menciptakan tekanan bermakna terhadap gawang Napoli. Laga ini menutup perjalanan musim keduanya dengan proporsi penguasaan bola 75 persen, sebuah angka yang menunjukkan usaha untuk bersaing meski akhirnya keunggulan permainan Napoli terukur dengan jelas.