Newcastle United berhasil mengamankan tiga poin dengan kemenangan telak 3-1 atas West Ham United pada laga pekan ke-37 Premier League, Minggu (17/5) malam waktu setempat di St. James' Park. Pertandingan ini menjadi mimpi buruk bagi The Hammers yang datang dengan misi hidup mati demi menghindari degradasi, namun justru pulang tangan kosong dengan performa yang jauh dari harapan.
Dominasi Newcastle terlihat sejak menit-menit awal pertandingan. Skuad asuhan Eddie Howe langsung memasang intensitas tinggi dan berhasil memecah kebuntuan di menit ke-15 ketika Nick Woltemade menjebol gawang West Ham setelah menerima umpan sempurna dari Harvey Barnes di sayap kanan. Hanya empat menit kemudian, momentum terus berpihak pada tuan rumah. William Osula menyambut akurasi Jacob Ramsey dari garis tengah dan dengan eksekusi dingin melipatgandakan keunggulan menjadi 2-0 untuk Newcastle.

West Ham tampak kacau di fase pertama dan mencoba melakukan penyesuaian taktik dengan menurunkan Taty Castellanos menggantikan salah satu pemainnya di menit ke-26. Namun substitusi dini tersebut tidak memberi dampak signifikan. Newcastle terus menguasai permainan dengan penguasaan bola mencapai 94 persen, menciptakan peluang demi peluang sementara The Hammers hanya mampu bertahan reaktif tanpa ancaman nyata.
Babak Kedua: Osula Tebar Teror, West Ham Hanya Hiasan
Memasuki babak kedua, Newcastle langsung menunjukkan niat melanjutkan dominasi. Substitusi Joe Willock di menit ke-53 memberikan energi segar di lini tengah, dan kontribusinya langsung terasa. Pada menit ke-65, Willock memberikan umpan telak kepada Osula yang berhasil mencetak gol ketiganya—kali ini gol keduanya dalam pertandingan—menambah keunggulan menjadi 3-0. Penyerang berusia muda ini menampilkan performa cemerlang dengan menyelesaikan semua peluang yang diberikan kepadanya, meraih rating tertinggi 9,3 dan menjadi pemain terbaik pertandingan.
West Ham akhirnya menemukan cahaya kemenangan kecil di menit ke-69 ketika Taty Castellanos menyambut umpan dari kiper Mads Hermansen dan berhasil mencetak gol penghormatan menjadi 3-1. Namun gol tersebut hanya sekadar menambah statistik, tanpa mengubah arah pertandingan yang sudah dominan Newcastle. Pertandingan kemudian berubah menjadi ajang kontrol ketat Newcastle dengan multiple substitutions untuk mengatur ritme, sementara West Ham terus melakukan perubahan pemain di menit ke-63 dengan memasukkan Mohamadou Kanté dan Pablo tanpa hasil signifikan.

Disiplin pertandingan mulai memburuk di fase akhir. Tomáš Souček menerima kartu kuning di menit ke-59 karena sebuah argument, diikuti El Hadji Malick Diouf yang juga mendapat amaran di menit ke-67 atas sebuah pelanggaran. Kanté sendiri menerima kartu kuning kedua di menit ke-80 karena argument yang sama, sementara Newcastle memiliki Lewis Hall yang menerima amaran di menit ke-83. Ketegangan yang terbangun di babak akhir menjadi bukti frustrasi West Ham yang tidak mampu mengubah permainan.
Selain Osula, Newcastle diperkuat oleh performa solid Bruno Guimarães dengan rating 8,2, yang menjalankan peran midfield anchor dengan konsisten selama 95 menit penuh. Kiper Nick Pope juga berkontribusi signifikan dengan rating sama (8,2), menjaga gawang Newcastle tetap aman meski West Ham memiliki 8 tembakan ke target. Statistik pertandingan mencerminkan superioritas The Magpies: 15 tembakan dengan 7 ke sasaran versus 15 tembakan dengan 8 ke sasaran untuk West Ham, namun penyelesaian akhir membedakan segalanya.
Kemenangan ini membawa implikasi besar pada klasemen degradasi. Seperti dilaporkan berbagai media lokal termasuk Bola.kompas dan Babel Insight, West Ham kini berada di tepi jurang dan harus bergantung pada hasil pertandingan tim lain untuk menghindari degradasi musim ini. Roy Keane, legenda Manchester United, bahkan mengkritik mentalitas West Ham saat melawan Newcastle, menyatakan bahwa The Hammers tidak menunjukkan perlawanan yang semestinya dari tim yang berjuang untuk bertahan di Liga Primer. Kritik tersebut sejalan dengan performa pada lapangan, di mana West Ham terlihat pasrah di fase pertama.
Newcastle, di sisi lain, mengamankan posisi mereka dengan tiga poin berharga ini. Kemenangan telak di St. James' Park menunjukkan bahwa skuad anak asuh Howe masih punya napas panjang di penghujung musim. Selangkah lagi West Ham harus menerima nasib degradasi—beberapa sumber menyebutkan kapten klub akan terpaksa menonton pertandingan Chelsea versus Tottenham pada Selasa (19/5) untuk memastikan nasib mereka, mengingat hasil laga tersebut akan menentukan posisi akhir zona relegasi.