Jakarta — Perjalanan musim Serie A 2025/2026 akan ditutup dengan duel sengit antara Parma dan Sassuolo di Stadio Ennio Tardini, Minggu 24 Mei 2026 pukul 13.00 UTC. Kedua tim papan tengah ini akan memperebutkan tiga poin dalam laga pamungkas yang berpotensi mengubah posisi klasemen mereka masing-masing. Parma kini berada di peringkat 14 dengan 42 poin, sementara Sassuolo unggul tujuh poin lebih baik dengan koleksi 49 poin dari posisi 10.
Kondisi kedua tim jelang laga ini sangat memprihatinkan. Parma datang dari rentetan kepedihan dengan tiga kekalahan beruntun sebelum meraih dua kemenangan. Laga terakhir mereka adalah kekalahan 0-1 dari Como tandang pada 17 Mei lalu, sementara sebelumnya sudah menelan kekalahan 2-3 dari Roma di rumah dengan gol Gabriel Strefezza di menit 47 dan Mandela Keita di menit 87 tidak cukup menggiring mereka meraih poin. Bahkan sebelum itu, skuad Parma telah dipermalukan Inter dengan skor 0-2 tandang. Dari data performa lima pertandingan terakhir, Parma mencatatkan L-L-L-W-W — pola yang menunjukkan ketidakstabilan penuh di pertengahan musim.

Sassuolo tidak jauh berbeda nasibnya. Tim tamu baru saja menelan kekalahan 2-3 dari Lecce di rumah pada 17 Mei dengan gol Armand Laurienté di menit 20 dan Andrea Pinamonti di menit 82 tetap tidak menyelamatkan mereka. Sebelumnya, Sassuolo juga kalah 1-2 tandang dari Torino dengan Kristian Thorstvedt mencetak gol di menit 51. Pencerahan terakhir mereka datang dari kemenangan 2-0 atas AC Milan di rumah pada 3 Mei dengan sepasang gol Domenico Berardi di menit 5 dan Laurienté lagi di menit 47, namun momentum itu pupus dengan dua kekalahan berturut-turut. Performa lima laga terakhir Sassuolo adalah L-L-W-D-L — pola naik-turun yang sama membingunkannya.
Pertemuan terakhir kedua tim di musim ini berakhir imbang 1-1 saat Parma bertandang ke markas Sassuolo pada 3 Januari 2026. Rekam jejak yang agak merata ini memberi sinyal bahwa duel kali ini akan sangat kompetitif, meskipun kedua tim sedang memasuki fase krisis. Dari sisi efisiensi penyerangan, Parma malah menunjukkan statistik xG per pertandingan yang lebih baik — 0.54 gol per poin yang diraih dibandingkan Sassuolo yang mencapai 0.94 — menandakan tuan rumah lebih efisien mencetak gol meski hasil akhirnya tetap tertinggal dalam klasemen.
Pada lini depan, Parma mengandalkan bentuk Nesta Elphege yang telah mencetak 2 gol dalam lima laga terakhir, diimbangi Gabriel Strefezza dan Mandela Keita masing-masing dengan satu gol. Untuk Sassuolo, Armand Laurienté menjadi ujung tombak utama dengan 2 gol dalam form terakhir, sementara Cristian Volpato dan Kristian Thorstvedt berkontribusi satu gol masing-masing. Kehadiran Laurienté sebagai pencetak gol paling tajam menjadi kunci serangan Sassuolo, meskipun sang pemain belum mampu mengejar kesempatan emas di fase akhir musim.

Berita yang dilaporkan menunjukkan bahwa Parma bersiap menutup musim dengan penuh determinasi menjamu Sassuolo di Ennio Tardini. Sementara itu, untuk Sassuolo, ada kabar mengkhawatirkan terkait status Jay Idzes, bek timnas Indonesia yang telah menunjukkan performa gemilang sepanjang musim. Menurut laporan, Idzes mengalami cedera serius yang bisa memengaruhi ketersediaan dirinya untuk pertandingan pamungkas ini. CEO Sassuolo Giovanni Carnevali sebelumnya memuji penampilan cemerlang Idzes di sektor pertahanan, namun absennya akan menciptakan kekosongan signifikan di lini belakang Neroverdi.
Model prediksi memberi Parma peluang 38 persen untuk meraih kemenangan di kandang mereka sendiri, sedangkan Sassuolo diunggulkan tipis dengan 34 persen peluang meraih tiga poin tandang. Sementara itu, hasil imbang berdiri pada 28 persen, sebuah angka yang tidak bisa diabaikan mengingat bentuk kedua tim yang serupa buruknya. Probabilitas kedua tim mencetak gol mencapai 56 persen, sebuah indikasi bahwa pertandingan ini akan terbuka dan fleksibel dalam hal dinamisasi di lapangan. Peluang terjadinya lebih dari 2.5 gol dalam laga ini hanya 48 persen, mencerminkan kemampuan mencetak gol yang terbatas dari kedua kubu saat ini.
Analisis terhadap kunci pertandingan menunjukkan bahwa performa kandang Parma yang buruk — dengan rekor L-W-D-L-D dari lima laga terakhir di Ennio Tardini — menjadi faktor melemahkan tuan rumah. Sebaliknya, performa tandang Sassuolo sama mengerikannya dengan catatan L-D-L-D-L, memberikan sedikit harapan bahwa tim tamu bisa mencuri poin dari markas Parma. Kondisi ini membuat hasil imbang menjadi skenario paling masuk akal, terutama ketika kedua tim tampak kebingungan dalam hal finishing dan konsistensi pertahanan.
Prediksi skor untuk pertandingan ini adalah 1-1, sebuah keputusan yang mencerminkan ketidakmampuan kedua tim untuk memberikan penampilan dominan. Parma akan berusaha memanfaatkan keuntungan bermain di rumah untuk mengambil inisiatif, namun kekacauan pertahanan dan serangan yang tidak produktif akan menggaggu upaya mereka. Sassuolo sebaliknya akan berusaha bertahan rapi dan mencari kesempatan emas di serangan balik, pola yang telah mereka demonstrasikan dalam beberapa laga terakhir. Siapa pun yang mampu menampilkan konsistensi minimal akan memiliki peluang lebih baik untuk pulang dengan hasil positif, namun saat ini kedua tim terlihat terlalu bergelut dengan krisis percaya diri untuk menghasilkan permainan yang mengesankan. Laga pamungkas ini akan menjadi duel kemengsiyuran papan tengah Serie A, di mana siapa yang kurang kecewa akan meraih keuntungan.