Jepara – Pusamania Borneo meninggalkan Stadion Gelora Bumi Kartini dengan dada yang sesak. Laga melawan Persijap Jepara berakhir dengan skor 0-0, sebuah hasil yang terasa seperti kekalahan bagi tim sekuat Pesut Etam dalam fase final perburuan trofi BRI Super League. Dengan tertinggal dua poin dari Persib Bandung yang masih memiliki satu laga tersisa, Borneo FC kini berada dalam posisi yang sangat kritis menjelang pekan ke-34.

Pertandingan di markas Persijap berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit-menit awal, meski belum menghasilkan gol. Borneo FC mendominasi laga dengan penguasaan bola mencapai 84 persen, jauh melampaui Persijap yang hanya 60 persen. Tim tamu juga tampil lebih agresif dalam menciptakan peluang, mencatat empat tembakan dengan satu di antaranya tepat sasaran, sementara Persijap tidak sama sekali mengirim bola ke gawang lawan. Namun dominasi itu gagal dikonversi menjadi keuntungan gol.

PERSIJAP vs Borneo FC Samarinda - Hasil Pertandingan | BRI Super League 2025/26
PERSIJAP vs Borneo FC Samarinda - Hasil Pertandingan | BRI Super League 2025/26

Jalannya Pertandingan

Babak pertama menjadi ajang pemanasan bagi kedua tim. Persijap bermain defensif dan solid menjaga lini belakang, sementara Borneo FC terus mencari celah di tengah pertahanan lawan yang rapat. Menit 37, A. Gomez mendapat kartu kuning setelah melakukan pelanggaran. Empat menit kemudian, A. Buffon dari Borneo juga menerima sanksi serupa di menit 41. Kedua kartu itu menunjukkan betapa ketatnya pertandingan, dengan wasit selalu siap mencatat setiap takel dan tekel yang dianggap keras.

Masuk babak kedua, Borneo FC meningkatkan tempo penyerangan. Pelatih tim tamu membuat pergantian di menit 56 dengan memasukkan A. Umanailo menggantikan pemain sebelumnya. Namun strategi itu belum membuahkan hasil gol. Tiga menit kemudian, Indra Arya dari Persijap mendapat kartu kuning (menit 60), tambahan lagi wasit memberikan sanksi karena bermain keras. Menit 68, Borneo melakukan perubahan lain dengan memasukkan A. Sudi ke lapangan. Perubahan-perubahan taktis ini menunjukkan kedua pelatih berusaha maksimal mencari formula kemenangan.

Pada fase akhir pertandingan, kedua tim melakukan pergantian masif. Persijap mengganti A. Gomez di menit 74 dengan A. Sudi, sementara Borneo FC melakukan dua perubahan berturut-turut di menit 77 dan 88, memasukkan Caxambu, Kaio Nunes, dan A. Buffon keluar berganti. Pergantian terakhir dilakukan Borneo di menit 90+4 dengan Enero masuk. Namun semua upaya itu tetap tidak cukup untuk memecah kebuntuan di lini depan. Pertandingan berakhir 0-0, sebuah hasil yang sangat merugikan Borneo FC dalam konteks perburuan juara.

Foto: www.tvonenews.com
Foto: www.tvonenews.com

Borneo FC tampil sebagai tim yang lebih menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola 84 persen dan lebih banyak menciptakan peluang. Meskipun demikian, ketajaman di depan gawang menjadi kendala utama. Persijap, meskipun bermain pasif, berhasil bertahan dengan rapi dan tidak memberi kesempatan besar kepada lawan. Strategi defensif Persijap terbukti cukup efektif menahan agresi Borneo FC sepanjang pertandingan berlangsung.

Menurut laporan tvOnenews.com, hasil imbang ini merupakan pukulan signifikan bagi perjalanan Borneo FC menuju gelar juara. Sebelumnya, tim dari Samarinda itu konsisten meraih kemenangan dan berhasil mendaki klasemen untuk menyaingi dominasi Persib Bandung. Namun "terpeleset di Jepara" menjadi cikal bakal tertahannya Pesut Etam dalam perburuan trofi terakhir musim ini.

Saat ini, Borneo FC berada di posisi kedua dengan selisih dua poin dari puncak yang dikuasai Persib Bandung. Maung Bandung masih memiliki satu pertandingan yang akan dimainkan melawan Persijap di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pekan depan, dalam laga penentuan juara. Jika Persib menang, gelar juara musim 2025-2026 sudah di tangan mereka, sementara Borneo FC harus bersiap menerima nasib sebagai runner-up meskipun masih memiliki pertandingan tersisa.