Pusamania Borneo akan menutup musim kompetisi Liga 1 2025-2026 dengan laga final melawan Malut United di Stadion Batakan, Balikpapan, Sabtu 23 Mei 2026 pukul 09:00 WIB. Ini bukan sekadar pertandingan reguler—ini adalah laga harapan terakhir bagi Pesut Etam untuk meraih mimpi juara setelah musim yang penuh dengan drama dan semangat dari para pendukung setia di Samarinda.

Borneo datang ke laga ini dengan posisi kedua klasemen dengan 76 poin, tertinggal 23 angka dari Persib Bandung yang sudah nyaris mengamankan mahkota juara. Namun, seperti dilaporkan media lokal, GM Borneo tetap percaya keajaiban masih mungkin terjadi jika timnya bisa menang besar kontra Malut dan Persib berhasil terpeleset melawan Persijap Jepara di laga sebelumnya. Suasana yang tercipta di sekitar klub sangat kental dengan doa dan harapan—Pusamania bahkan menggelar salat hajat bersama untuk mendoakan Pesut Etam meraih kemenangan.

Foto: kaltim.tribunnews.com
Foto: kaltim.tribunnews.com

Borneo masuk ke pertandingan ini dengan bentuk yang solid di kandang. Dalam lima laga terakhir, skuad asuhan tuan rumah meraih empat kemenangan dan satu imbang, dengan pertandingan paling baru berakhir 0-0 tandang ke markas Persijap Jepara. Sebelum itu, mereka menggilas Bali United 3-2 tandang dan mengamankan kemenangan 2-0 kontra Persita di rumah. Lini pertahanan Borneo juga menunjukkan konsistensi—mereka hanya kebobolan 30 gol sepanjang musim, angka terbaik kedua di liga. Soal penyerangan, Kaio Nunes, Koldo Obieta, dan K. Teguh menjadi pemain yang konsisten menyumbang gol di laga-laga terakhir, meski masih belum ada ledakan spektakuler.

Sementara itu, Malut United hadir dengan catatan jauh berbeda. Posisi kelima dengan 53 poin memberikan peluang untuk meraih tempat keempat yang mungkin membawa mereka ke kompetisi regional Asia. Namun, performa tandang mereka sangat menghawatirkan—dalam lima laga terakhir, Malut meraih satu kemenangan, dua kekalahan, dan dua imbang saat bermain di luar kandang. Laga paling baru mereka imbang 1-1 di kandang melawan Persita, tapi sebelumnya mereka kalah 0-2 tandang ke markas PSIM Yogyakarta. Defensif Malut juga masih perlu perbaikan—mereka telah kebobolan 46 gol, gap yang signifikan dibanding pertahanan Borneo.

Satu-satunya kilau dalam catatan terakhir Malut datang dari kemenangan 5-2 atas Persis Solo tiga pekan lalu. Dalam pertandingan itu, David Aparecido da Silva menjadi hero dengan dua gol, sementara Nilson Júnior dan Yakob Sayuri juga turut mencetak. David Aparecido da Silva bersama S. David adalah pemain yang lagi dalam momentum, dengan masing-masing telah mencetak dua gol di fase ini. Jika kedua pemain ini bisa dilepaskan dengan baik dari pertahanan Borneo, ada potensi kejutan dari Malut meski peluangnya tetap kecil.

Foto: www.apwin.com
Foto: www.apwin.com

Model prediksi memberikan Borneo sebagai favorit besar dengan peluang 62 persen meraih kemenangan, sementara imbang diprediksi 22 persen dan kemenangan Malut hanya 16 persen. Skor yang diproyeksikan adalah 2-1 untuk Borneo. Gap klasemen 23 poin dan superiority dalam pertahanan menjadi argumen utama mengapa Pesut Etam diunggulkan, namun prediksi skor yang ketat mencerminkan bahwa Borneo bukan tanpa risiko. Probabilitas kedua tim mencetak gol cukup tinggi di 64 persen, menunjukkan pola pertandingan yang terbuka dan menarik. Over 2.5 gol juga dinilai 58 persen kemungkinan terjadi.

Kunci pertandingan terletak pada seberapa cepat Borneo bisa mengontrol ritme permainan di kandang dan memanfaatkan momentum Home Advantage mereka yang telah teruji dalam musim ini. Malut tidak akan datang pasif—dengan peluang menjaga peringkat keempat, mereka akan berusaha mencuri poin, tapi kondisi tandang mereka yang buruk membuat skenario ini sulit terwujud. Jika Borneo bisa memaksa gol pada babak pertama, peluang mereka untuk meraih tiga poin dan menjaga harapan juara semakin terbuka lebar.

Laga ini dijadwalkan 09:00 WIB, cukup pagi dibanding jadwal reguler, kemungkinan untuk mengakomodasi kebutuhan broadcast dan penonton. Harga tiket juga naik mengingat signifikansi pertandingan—panpel berharap pendapatan maksimal seiring dengan peluang juara yang masih terbuka. Atmosfer di Stadion Batakan akan menjadi penentu—Pusamania telah meminta suporter tidak menyalakan flare dan petasan demi menjaga keamanan, tapi energi positif dari tribun tetap diharapkan menjadi kekuatan tambahan bagi Pesut Etam untuk memberikan segalanya di lapangan.