Valencia sukses melakukan aksi comeback luar biasa untuk memetik kemenangan dramatis 4-3 saat bertandang ke markas Real Sociedad di Reale Arena, San Sebastian. Dalam laga penuh gejolak jornada ke-37 LaLiga, Los Che menunjukkan mental baja dengan terus menyerang meski harus bermain dengan 10 pemain setelah Eray Cömert dipecat pada menit 70. Kemenangan ini secara matematis memastikan keselamatan Valencia di papan atas untuk musim depan, meninggalkan Real Sociedad dalam zona abu-abu klasemen.
Pertandingan dimulai dengan Valencia langsung menekan. Sudah di menit ke-8, Javi Guerra menyambut umpan silang Diego López dari sisi kanan dan menjebol gawang Real Sociedad, membuat skuad tamu lebih dulu unggul. Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Real Sociedad bangkit dan menyamakan kedudukan dengan skor 1-1, meskipun catatan timeline menunjukkan Valencia tetap menurunkan permainan dengan penguasaan bola mencapai 86 persen di babak pertama.

Momentum berubah sepenuhnya pada menit ke-22 ketika Hugo Duro menambah keunggulan Valencia dengan tendangan keras usai menerima umpan Cömert dari sisi pertahanan. Scoreline 1-2 memberikan Valencia keunggulan yang nyaman menjelang istirahat, meskipun Real Sociedad terus mencari celah dengan melakukan 13 tembakan sepanjang babak pertama—jauh lebih banyak dari Valencia yang hanya 8 kali. Namun sayangnya hanya 6 dari 13 tembakan itu on target, menunjukkan ketidakpresisian rumah tangga dalam finishing.
Babak Kedua: Drama Kartu Merah dan Comeback Spektakuler
Permainan memasuki tahap benar-benar sengit di babak kedua. Real Sociedad terus menekan untuk menyamakan kedudukan, sementara Valencia berusaha menjaga keunggulan. Pada menit ke-70, situasi berubah drastis ketika Eray Cömert melakukan pelanggaran profesional sebagai pemain pertahan terakhir dan langsung mendapat kartu merah. Valencia terpaksa bermain dengan 10 orang, dan secara teori posisi mereka menjadi sangat rapuh.
Namun Los Che tidak menyerah. Real Sociedad memang semakin agresif, dan pada menit ke-73 dan 74, Valencia melakukan serangkaian substitusi taktis—mengeluarkan Thierry Correia, Pepelu, Largie Ramazani, dan Umar Sadiq—untuk memperkuat pertahanan sekaligus mempertahankan ancaman di depan. Strategi ini terbukti cukup efektif karena Valencia masih bisa mengatur tempo permainan meski secara numerik tertinggal.

Menit ke-89 menjadi titik balik. Guido Rodríguez menyambut umpan André Almeida dari belakang dan menjebol gawang Real Sociedad untuk menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Gawang Real Sociedad kembali terbuka lebar, dan momentum berbalik sepenuhnya ke pihak Valencia. Permainan sudah memasuki fase injury time ketika di menit ke-90+3, Javi Guerra sekali lagi membungkam markas dengan menerima umpan Thierry Correia dari sisi kanan, mengakhiri pertandingan dengan skor final 3-4.
Javi Guerra, yang memuncaki statistik dengan rating 9.2, menjadi sorotan utama dengan menorehkan 2 gol dalam pertandingan ini. Dari 4 tembakan yang dia keluarkan, 3 di antaranya tepat sasaran, menunjukkan ketajaman luar biasa di menit-menit akhir yang menentukan. Guido Rodríguez juga patut diacungi jempol dengan rating 8.5 setelah menciptakan gol penyama kedudukan di tengah chaos babak akhir, sementara untuk Real Sociedad, Orri Óskarsson mencoba menopang dengan rating 8.0 dan 1 gol, namun upayanya tidak cukup menyelamatkan hasil.
Statistik menunjukkan Real Sociedad lebih dominan dengan 86 persen penguasaan bola dan 13 tembakan, tetapi kualitas execution mereka jauh di bawah Valencia yang lebih efisien. Meski hanya 8 tembakan, Los Che mengkonversi 4 di antaranya menjadi gol, sementara Real Sociedad hanya berhasil 3 dari 13. Pola ini mencerminkan cerita besar laga ini: dominasi tanpa hasil versus efisiensi dalam keterbatasan.
Menurut laporan Bola.net dan Media Indonesia, kemenangan dramatis Valencia ini secara resmi mengamankan status mereka di papan atas LaLiga untuk musim depan, meninggalkan Real Sociedad dalam zona peringkat 8-9 yang masih berpotensi untuk meraih tiket Eropa musim depan. Javi Guerra sendiri, seperti dikutip dari OneFootball, mengungkapkan kekagumannya terhadap mental juang tim yang tetap menyerang meski bermain dengan 10 orang. Pencapaian ini juga membuka peluang kecil Valencia untuk terus mempertahankan posisi di zona kompetisi Eropa apabila hasil di jornada terakhir berjalan sesuai harapan.