Brest – Pertandingan penutup musim Ligue 1 antara Stade Brestois 29 dan Angers SCO berakhir dengan skor imbang 1-1 di Stadion Francis-Le Blé, Minggu (17/5/2026). Laga yang dimainkan di kandang Les Pirates ini menghadirkan drama menarik dengan kedua tim saling serang di babak kedua setelah babak pertama berjalan ketat tanpa gol.

Malam itu bukan awal yang sempurna bagi tuan rumah. Angers hampir membuka skor lebih dulu pada menit keenam ketika Amine Sbai mencetak gol, namun VAR membatalkan karena pemain tersebut berada dalam posisi offside. Insiden tersebut memberi sinyal bahwa laga bakal berlangsung sengit, meski penguasaan bola didominasi Brest dengan 58 persen hingga akhir pertandingan. Angers justru tampil lebih produktif dengan 17 total tendangan, sementara tuan rumah hanya mampu melepaskan delapan tembakan.

Foto: en.as.com
Foto: en.as.com

Babak pertama tetap berlangsung dalam ketegangan dengan pelanggaran berlapis dari kedua belah pihak. Di menit ke-10, Abdoulaye Bamba menerima kartu kuning karena tripping, sementara Brendan Chardonnet mendapat peringatan serupa pada menit ke-19 atas aksi holding. Kedua tim mencari celah namun pertahanan bertahan kokoh, mengakibatkan babak pertama berakhir tanpa gol meski Brest sempat menciptakan beberapa peluang dari penguasaan bolanya.

Situasi berubah drastis setelah istirahat. Angers melakukan perubahan dengan mengganti Hervé Koffi dengan Melvin Zinga pada menit ke-49, namun justru Brest yang terlebih dulu memanfaatkan peluang emas. Pada menit ke-55, Romain Del Castillo menyambut umpan matang dari Kamory Doumbia di kotak penalti dan menjebol gawang Angers tanpa perlawanan. Gol pembuka tersebut tampak akan membawa tuan rumah menjauh, namun Del Castillo segera ditarik keluar pada menit ke-64, digantikan oleh Remy Labeau Lascary.

Angers tidak berputus asa. Hanya lima menit setelah tertinggal, mereka menyamakan kedudukan melalui Amine Sbai pada menit ke-60. Striker itu menerima umpan bagus dari Goduine Koyalipou di area penalti dan berhasil melepaskan tendangan yang tepat sasaran, menembus pertahanan Brest. Momentum berganti tangan dan Angers mulai mendesak lebih agresif dengan beberapa substitusi berganti-ganti.

Foto: www.gettyimages.com
Foto: www.gettyimages.com

Babak kedua menjadi ajang permainan terbuka dengan kedua tim mencuri poin. Brest melakukan rotasi masif dengan mengeluarkan Kamory Doumbia dan Lucas Tousart pada menit ke-73 untuk memperkuat pertahanan. Sementara itu, Angers terus bermain agresif dengan perubahan pemain di menit ke-65 (Florent Hanin dan Abdoulaye Bamba) dan sekali lagi di menit ke-78 (Goduine Koyalipou dan Pierrick Capelle). Brest juga merespons dengan substitusi lanjutan, memasukkan Daouda Guindo dan Pathé Mboup pada menit ke-82.

Hingga peluit akhir, kedua tim gagal menembus gawang lawan meskipun peluang sempat tercipta. Brest dengan 42 persen penguasaan bola dan hanya empat tendangan tepat sasaran, sementara Angers lebih efisien dengan empat dari 17 total tembakan mengarah ke gawang. Statistik menunjukkan pertandingan tersebut relatif seimbang dalam hal dominasi, meski Angers secara keseluruhan lebih agresif dalam mencari kemenangan.

Amine Sbai menonjol sebagai pemain terbaik malam itu dengan rating 8.0 dari FotMob, meraih status Man of the Match berkat golnya dan permainan yang konsisten selama 89 menit. Romain Del Castillo juga mendapat pengakuan sebagai salah satu pemain terkuat dengan rating 7.6 meski hanya bermain 64 menit. Lucas Tousart dari Brest, meski tanpa gol atau assist, mencatat rating 7.3 atas kontribusi di lapangan selama 74 menit.

Hasil imbang ini menjadi penutup yang cukup netral bagi kedua tim dalam laga pamungkas musim reguler Ligue 1. Brest meninggalkan Stadion Francis-Le Blé dengan satu poin tambahan, sementara Angers pulang dengan kepala tegak setelah mengejar ketertinggalan. Keduanya kini akan fokus merencanakan musim depan dengan evaluasi performa musim ini di dalam daftar klasemen akhir Liga Prancis.